Minggu, 11 November 2012

MEMBUAT PUPUK DARI KOTORAN DOMBA/KAMBING

Prinsip pengomposan/ composting adalah proses merubah limbah organic menjadi pupuk organic secara biologis dibawah kondisi yang terkontrol. Tujuan pengomposan limbah ternak melalui kondisi yang terkontrol adalah untuk membuat keseimbangan proses pembusukan bahan organic dalam limbah, mengurangi bau, membunuh biji gulma dan organism pathogen sehingga menjadi pupuk yang sesuai dengan lahan pertanian. Apabila kondisi tidak atau kurang terkontrol terjadi pembusukan sehingga timbul bau yang menyengat, timbul cacing dan insecta.



MEMBUAT KOMPOS DENGAN BIOSTATER

Biostater yang dapat digunakan untuk pembuatan kompos sudah banyak beredar di masyarakat dengan bermacam-macam merek dagang dengan dosis dan bahan bermacam-macam yang bertujuan untuk mempercepat proses dekomposisi. Kompos yang dihasilkan mempunyai kualitas yang baik, dosis penggunaan pada tanaman lebih hemat disbanding pupuk kandang tanpa diolah dahulu. Kompos juga memiliki nilai jual yang lebih tinggi disbandingkan pupuk kandang tanpa pengomposan.


BAHAN – BAHAN KOMPOS

Bahan yang diperlukan untuk membuat kompos dari kotoran domba/kambing:
  1.  Kotoran kambing/domba : 1000kg
  2.  Bio stater stardec: 2,5kg
  3. Serbuk gergaji :  100kg
  4. Abu sisa pembakaran : 50kg
  5. Kapur tohor/gamping : 50kg
  6. Pupuk urea : 2,5kg
  7. Pupuk SP-36 : 2,5kg
  8. Air secukupnya
      Bahan-bahan tersebut dapat disesuaikan komposisinya sesuai ketersediaan di daerah tersebut, minimal kotoran kambing & biostater, namun makin lengkap akan semakin baik kualitas komposnya.

      CARA PEMBUATAN KOMPOS
  1.       Tiap bahan dibagi menjadi 8-6 bagian
  2.        Kotoran kambing/domba ditumpuk dengan ketinggian 25-30cm
  3.       Ditaburkan biostater, serbuk gergaji, abu & kapur masing-masing 1 bagian sambil disiram air untuk kelembaban
  4.       Ulangi tumpukan kedua seperti langkah no.3, begitu seterusnya hingga semua bahan    habis
  5.      Tumpukan dibuat dengan ketinggian minimal 1,5m
  6.       Tumpukan diberi naungan untuk menghindari sinar matahari langsung dan air hujan.
  7.      Untuk menjaga suhu & suplai oksigen, sebaiknya tumpukan dibalik sekali setiap minggu
  8.      Untuk menjaga kelembaban 60 %, saat membalik tumpukan dilakukan penyiraman  dengan air menggunakan gembor
  9.       Pada minggu ke 5 pupuk siap digunakan.
      Setelah kompos jadi maka sudah bias digunakan untuk memupuk tanaman, untuk dijual sebaiknya dikemas agar terlihat praktis & lebih rapi. Ukuran kemasan disesuaikan dengan permintaan pasar, biasanya bobot kompos tiap kemasan adalah: 3kg (plastic), 5kg (plastic), 10kg (karung) & 25kg (karung).


      Sumber: www.pertanian. selemankab.go.id





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar